MIU Login

Siapkan Generasi Unggul, MSAA UIN Malang Mantapkan Barisan Pengajar Hadapi Tahun Akademik 2026–2027

Malang, 27/08/2026 — Pusat Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Sarasehan Muallim/ah dan Musahhih/ah Tahun Akademik 2026–2027. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya ma’had dalam mempersiapkan para tenaga pengajar dan tim penguji untuk menghadapi pelaksanaan pembelajaran pada tahun akademik baru.

Acara ini diikuti oleh mudir, jajaran pengasuh, para muallim/ah, serta musahhih/ah Pusat Ma’had Al-Jami’ah UIN Malang.

Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan persepsi dalam pelaksanaan pembelajaran, mulai dari evaluasi pengajaran, penyelarasan kurikulum, penguatan metode pembelajaran, hingga tata kelola administrasi yang semakin terintegrasi melalui sistem digital.

Dalam sambutannya, Mudir Pusat Ma’had Al-Jami’ah UIN Malang, Dr. KH. Ahmad Izzuddin, M.HI., menyampaikan sejumlah arahan strategis terkait pelaksanaan pembelajaran pada Tahun Akademik 2026–2027. Ia menjelaskan bahwa terdapat sejumlah penyesuaian teknis pada tahun akademik ini, terutama berkaitan dengan jumlah kelas taklim dan perubahan jam pelaksanaan pembelajaran.

Menurutnya, berbagai perubahan tersebut merupakan bagian dari dinamika pengelolaan ma’had yang perlu disikapi secara adaptif oleh seluruh tenaga pengajar. Penyesuaian teknis diharapkan tidak mengurangi kualitas pembelajaran dan pendampingan kepada para mahasantri.

“Tahun ini terdapat banyak perubahan, baik dari penyesuaian jumlah kelas taklim maupun perubahan jam pelaksanaan taklim. Kami sangat berharap para muallim dan muallimah tetap semangat dan ikhlas dalam mengajar serta mendampingi para mahasantri. Dan tentunya, semoga para pengajar sekalian senantiasa diberikan kesejahteraan,” ujar Kyai Ahmad Izzuddin.

Arahan tersebut sekaligus menjadi penguatan bahwa keberhasilan program pembelajaran di ma’had tidak hanya ditentukan oleh sistem dan kurikulum, tetapi juga oleh komitmen, keikhlasan, dan profesionalitas para pengajar dalam mendampingi mahasantri.

Memasuki sesi pembekalan, Kyai Muhammad Hasyim, MA., menyampaikan evaluasi sekaligus teknis pelaksanaan Taklim Al-Qur’an. Materi diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan pembelajaran serta memastikan proses taklim berjalan sesuai dengan tujuan dan standar yang telah ditetapkan oleh ma’had.

Selanjutnya, Dr. KH. Syuhadak, MA., memberikan arahan mengenai evaluasi dan pelaksanaan Taklim Al-Afkar. Pembekalan ini menjadi momentum untuk melakukan refleksi terhadap pelaksanaan pembelajaran sebelumnya sekaligus menyusun langkah perbaikan untuk tahun akademik yang baru.

Sementara itu, Ibu Nyai Dr. Hj. Dewi Chamidah, M.Pd., memberikan sosialisasi mengenai modul dan metode pembelajaran. Sesi yang berlangsung selama kurang lebih 110 menit tersebut membahas pentingnya penerapan metode pembelajaran yang terstruktur, efektif, dan adaptif terhadap kebutuhan mahasantri.

Pembekalan ini diharapkan dapat membantu para muallim dan muallimah dalam mengembangkan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan bagi mahasantri.

Penguatan tata kelola pembelajaran juga menjadi bagian penting dalam sarasehan. Muhammad Ilham Barizi, Lc., S.H., memberikan sosialisasi mengenai penggunaan Aplikasi SIMA sebagai bagian dari integrasi sistem administrasi pembelajaran, khususnya dalam pengelolaan presensi dan perizinan.

Pemanfaatan SIMA diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan ketertiban administrasi, sekaligus memudahkan proses monitoring aktivitas pembelajaran para mahasantri. Digitalisasi tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung tata kelola ma’had yang lebih efektif, transparan, dan terintegrasi.

Melalui kegiatan ini, Pusat Ma’had Al-Jami’ah UIN Malang berharap seluruh tenaga pengajar memiliki pemahaman yang lebih selaras mengenai kebijakan, kurikulum, metode, dan sistem administrasi pembelajaran. Sarasehan ini menjadi langkah awal untuk menyatukan visi dan memperkuat kesiapan para pengajar dalam menghadirkan pembelajaran ma’hadi yang berkualitas, adaptif, dan berorientasi pada perkembangan mahasantri di Tahun Akademik 2026–2027.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait