MIU Login

389 Musyrif dan Musyrifah Resmi Dibaiat: Bersama Mengabdi, Bersama Membina Mahasantri

MALANG—Sebanyak 389 musyrif dan musyrifah Pusat Ma’had Al-Jami’ah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2026/2027 resmi dibaiat pada Kamis, 30 Juli 2026. Prosesi yang berlangsung di Aula Rektorat mulai pukul 12.30 WIB tersebut menjadi penanda dimulainya masa pengabdian mereka. Pembaiatan dilaksanakan setelah prosesi pengukuhan murabbi dan murabbiah. Seluruh rangkaian berlangsung secara tertib dan khidmat hingga pukul 15.15 WIB.

Melalui pembaiatan tersebut, musyrif dan musyrifah menyatakan kesiapan untuk mengemban amanah sebagai pendamping mahasantri di mabna masing-masing. Mereka akan menjalankan tugas pembinaan dalam kehidupan keagamaan, akademik, kebahasaan, kedisiplinan, keamanan, serta keseharian mahasantri. Peran tersebut menuntut kebersamaan dan koordinasi antara musyrif, musyrifah, murabbi, murabbiah, dan jajaran pengelola Ma’had. Semangat bersama mengabdi dan bersama membina mahasantri diharapkan menjadi landasan dalam menjalankan seluruh tugas selama satu periode mendatang.

Dalam amanatnya, Mudir Ma’had, Dr. Kyai Ahmad Izzuddin, M.HI., menekankan bahwa pembaiatan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan awal dari tanggung jawab besar dalam mendampingi mahasantri. Musyrif dan musyrifah diharapkan mampu menjaga komitmen, kedisiplinan, serta keteladanan selama menjalankan tugas di mabna. Ia juga mengingatkan pentingnya membangun koordinasi yang baik dengan murabbi, murabbiah, dan seluruh unsur pengelola Ma’had. Kebersamaan tersebut diperlukan agar proses pembinaan dapat berjalan secara terarah dan berkelanjutan.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., turut menyampaikan sambutan kepada musyrif dan musyrifah yang telah dibaiat. Ia menegaskan pentingnya peran musyrif dan musyrifah sebagai pendamping sekaligus teladan bagi mahasantri dalam menjalani kehidupan di lingkungan Ma’had. Amanah tersebut perlu dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan kesungguhan. Melalui peran itu, musyrif dan musyrifah diharapkan dapat berkontribusi dalam membentuk lingkungan pembinaan yang religius, disiplin, dan kondusif.

Rangkaian pembaiatan ditutup dengan pembacaan doa oleh Dr. KH. M. Aunul Hakim, S.Ag., M.H. Setelah resmi dibaiat, 389 musyrif dan musyrifah akan menjalankan tugas sesuai dengan bidang dan tanggung jawabnya di mabna masing-masing. Mereka diharapkan mampu menyatukan langkah dan saling menguatkan dalam mendampingi para mahasantri sepanjang periode 2026/2027. Pembaiatan ini sekaligus menjadi titik awal pengabdian bersama untuk mewujudkan pembinaan mahasantri yang optimal dan berdampak.

发表回复

您的邮箱地址不会被公开。 必填项已用 * 标注

Berita Terkait