Malang — Pusat Ma’had Al-Jami’ah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Muwadaah Horizon 2026 sebagai kegiatan penutup bagi seluruh mahasantri setelah menempuh masa studi wajib selama satu tahun di Ma’had Al-Jami’ah. Kegiatan ini diikuti oleh 4.914 mahasantri aktif dari lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Muwadaah Horizon 2026 menjadi penanda berakhirnya masa pembinaan mahasantri dalam program wajib Ma’had selama satu tahun akademik. Acara ini tidak hanya dimaknai sebagai seremoni perpisahan, tetapi juga sebagai momentum refleksi atas perjalanan pembinaan, pembiasaan, dan pembentukan karakter yang telah dilalui mahasantri.
Muwadaah Horizon 2026 dilaksanakan dalam dua sesi di dua lokasi berbeda. Sesi pertama diselenggarakan pada Rabu, 17 Juni 2026 pukul 19.30–00.30 WIB di Gedung Sport Center Lantai 2 untuk mahasantri Kampus 1 dan Kampus 2 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sesi kedua dilaksanakan pada Jumat, 19 Juni 2026 pukul 19.30–02.00 WIB di halaman belakang Mabna Rabi’ah Al-Adawiyah untuk mahasantri Kampus 3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., yang hadir mewakili Rektor. Turut hadir pula Mudir Pusat Ma’had Al-Jami’ah, Dr. Ahmad Izzuddin, M.HI., Ketua Pelaksana Kyai Muh. Faruq, M.Pd., segenap Dewan Pengasuh, staf, Murabbi dan Murabbiah, serta Musyrif dan Musyrifah.

Dalam rangkaian sambutan, Ketua Pelaksana Kyai Muh. Faruq, M.Pd. menyampaikan bahwa Muwadaah Horizon 2026 dirancang sebagai ruang apresiasi dan refleksi bagi seluruh mahasantri. Ia menekankan bahwa perjalanan selama satu tahun di Ma’had bukan hanya tentang menjalankan kewajiban program, tetapi juga tentang proses belajar, beradaptasi, dan bertumbuh dalam lingkungan pembinaan yang terarah. Sementara itu, Mudir Pusat Ma’had Al-Jami’ah, Dr. Ahmad Izzuddin, M.HI., menegaskan bahwa nilai-nilai yang diperoleh mahasantri selama berada di Ma’had diharapkan dapat terus dibawa dalam kehidupan akademik dan sosial. Menurutnya, pengalaman hidup di Ma’had harus menjadi bekal bagi mahasantri untuk menjaga akhlak, memperkuat spiritualitas, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag. dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen universitas dalam membentuk mahasiswa yang unggul secara keilmuan dan matang secara karakter.



Mengusung tema “Growing with Purpose, Leading with Impact”, Muwadaah Horizon 2026 membawa pesan bahwa pertumbuhan diri harus memiliki arah, nilai, dan tujuan yang jelas. Tema tersebut menegaskan bahwa pengalaman selama berada di Ma’had tidak berhenti pada pencapaian pribadi, tetapi harus berkembang menjadi kontribusi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Istilah “Horizon” dalam kegiatan ini dimaknai sebagai cakrawala baru yang mengisyaratkan keluasan kemungkinan setelah mahasantri menyelesaikan fase pembinaan di Ma’had. Karena itu, perpisahan dalam Muwadaah Horizon tidak dipandang sebagai akhir perjalanan, melainkan sebagai pintu untuk memasuki ruang pengabdian yang lebih luas. Semangat tersebut kemudian dirangkum dalam pesan “From Growth to Impact”, yaitu dari proses pertumbuhan menuju kebermanfaatan yang nyata.



Rangkaian acara Muwadaah Horizon 2026 diawali dengan pre-show Hadrah al-Banjari, opening documentary video, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan Indonesia Raya, Senandung MSAA, dan Mars MSAA. Setelah sesi formal dan sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai penampilan seni dan kreativitas mahasantri, seperti drama, Tari Saman, penampilan vokal, video bloopers, stand up comedy, dan penampilan band. Salah satu bagian penting dalam kegiatan ini adalah sesi refleksi yang dikemas melalui reflection video, pembacaan Letter to Future Self, dan Ritual Horizon Moment. Pada sesi tersebut, mahasantri diajak mengenang kembali proses yang telah mereka jalani selama satu tahun di Ma’had serta meneguhkan komitmen untuk membawa nilai-nilai kebaikan ke fase berikutnya. Melalui Muwadaah Horizon 2026, Pusat Ma’had Al-Jami’ah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap seluruh mahasantri mampu terus bertumbuh dengan tujuan, memimpin dengan dampak, dan menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat.






