MIU Login

Sivitas Ma’had Hadiri Tabligh Akbar Bersama Menteri Agama RI di Surabaya

SURABAYA – Seluruh sivitas Pusat Ma’had Al-Jami’ah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menghadiri Tabligh Akbar: Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Minggu, 2 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00–18.00 WIB tersebut dihadiri sekaligus diisi oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. Tabligh akbar ini mengusung tema “Mosque Harmony, Religious Diplomacy and Global Peace”. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju penyelenggaraan IGIC 2026.

Sivitas Ma’had yang mengikuti kegiatan tersebut meliputi musyrif dan musyrifah, murabbi dan murabbiah, staf, serta Dewan Pengasuh. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan bersama para imam, takmir masjid, tokoh agama, akademisi, dan masyarakat dari berbagai daerah. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan mengenai fungsi masjid dan peran strategis imam di tengah masyarakat. Kegiatan ini juga memberikan penguatan terhadap nilai moderasi beragama, persatuan, dan kepedulian sosial yang dikembangkan dalam pembinaan mahasantri.

Dalam tausiahnya, Menteri Agama menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan ibadah. Masjid harus menjadi pusat pemberdayaan dan pencerahan yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan umat. Pada masa Rasulullah saw., masjid menjalankan berbagai fungsi, mulai dari pusat pendidikan dan musyawarah hingga pelayanan sosial dan penguatan solidaritas masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan masjid perlu terus dikembangkan sebagai rumah besar kemanusiaan yang merangkul seluruh lapisan masyarakat.

Menteri Agama juga mengingatkan agar masjid menjadi ruang yang menghadirkan keteduhan dan pencerahan, bukan tempat berkembangnya provokasi. Dari masjid diharapkan lahir generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Para imam pun mempunyai peran penting sebagai pemimpin peradaban sekaligus duta perdamaian. Peran tersebut perlu diperkuat untuk membangun kehidupan beragama yang harmonis serta berkontribusi terhadap perdamaian dunia.IGIC 2026 direncanakan mempertemukan sekitar 400 imam besar dari 50 negara untuk membangun kesamaan visi dalam memperkuat diplomasi keagamaan dan perdamaian global. Forum tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan pengalaman Islam Indonesia yang moderat, harmonis, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Melalui keikutsertaan dalam tabligh akbar ini, sivitas Pusat Ma’had Al-Jami’ah diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai peran agama dalam merawat persatuan. Pesan-pesan yang diperoleh selanjutnya diharapkan dapat diterapkan dalam proses pendampingan dan pembinaan mahasantri.

اترك تعليقاً

لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول الإلزامية مشار إليها بـ *

Berita Terkait