{"id":4857,"date":"2019-10-31T16:45:31","date_gmt":"2019-10-31T09:45:31","guid":{"rendered":"http:\/\/msaa.uin-malang.ac.id\/?p=4857"},"modified":"2019-10-31T16:45:31","modified_gmt":"2019-10-31T09:45:31","slug":"hukum-fiqh-kontemporer-seputar-hibah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/msaa.uin-malang.ac.id\/zh\/hukum-fiqh-kontemporer-seputar-hibah\/","title":{"rendered":"HUKUM FIQH KONTEMPORER SEPUTAR HIBAH"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jurnalis\nMa\u2019had al-Jami\u2019ah al-Aly- <\/strong>Hibah bukanlah hal\nyang asing lagi di telinga kita. Sering kali kita memberikan sesuatu kepada\norang lain sebagai bentuk penghormatan maupun apresiasi, itulah contoh\nsederhana dari hibah. Allah SWT telah memerintahkan hamba-Nya untuk selalu\nmenebar kebaikan antar sesama, misalnya dengan menghibahkan sebagian harta\nkita. Salah satu dalil tersebut adalah dalam QS Al-Maidah (5:2).<\/p>\n\n\n\n<p>\u0648\u064e\u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0648\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\n\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0628\u0650\u0631\u0650\u0651 \u0648\u064e\u0627\u0644\u062a\u064e\u0651\u0642\u0652\u0648\u064e\u0649\u0670<em><\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>\u201cdan tolong-menolonglah\nkamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa\u201d <\/em><strong>(<\/strong><strong>QS. Al-Maidah (5<\/strong><strong>)<\/strong><strong>:<\/strong><strong> <\/strong><strong>2<\/strong><strong>)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Konsep Hibah\ntelah dijelaskan secara detail dalam kitab-kitab fiqh klasik seperti kitab<em>\nfath al-Qarib al-Mujib. <\/em>Untuk lebih memahami konsep hibah dalam pandangan\nfikih, mari kita pelajari bersama-sama uraian Hibah berikut ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara bahasa,\nhibah berati lewat yaitu lewatnya sebuah pemberian dari satu tangan ke tangan\nyang lain. Atau bermakna bangun karena pelakunya terbangun untuk melakukan\nkebaikan. Sedangkan hibah menurut istilah yaitu memberikan hak kepemilikan\nbarang kepada orang lain tanpa adanya imbalan.<\/p>\n\n\n\n<p>Apabila akad\nhibah telah sesuai dengan rukun dan syarat yang telah ditetapkan, maka akad\ntersebut akan terikat pada hukum-hukum yang terkandung di dalamnya. Salah\nsatunya yaitu tetapnya kepemilikan bagi <em>mauhub lah <\/em>(penerima hibah)\nterhadap barang yang sudah dihibahkan tanpa adanya imbalan. Ketika sudah\ndemikian, <em>wahib<\/em> (pemberi) tidak diperbolehkan mengambil kembali barang\ntersebut karena hibah tergolong akad yang <em>ja\u2019iz min ath-tharafain <\/em>ketika\nbarang sudah diserahterimakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Akad hibah\nterdiri dari 4 rukun yang harus dipenuhi, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li><strong><em>Wahib,<\/em> pemberi<\/strong>. Syaratnya yaitu:<\/li><li>Pemilik barang yang akan dihibahkan<\/li><li>Memberikan dengan suka rela<\/li><li>Diperbolehkan melakukan akad hibah <\/li><li><strong><em>Mauhub lah<\/em>, penerima hibah<\/strong>. Syaratnya yaitu harus mampu menerima barang yang diberikan sehingga hibah dianggap sah walaupun penerimanya seorang bayi yang baru lahir. Jika penerimanya adalah <em>ghair mumayyiz<\/em>, maka dapat diwakilkan kepada walinya.<\/li><li><strong><em>Mauhub,<\/em> barang yang dihibahkan<\/strong>. Setiap barang yang sah diperjualbelikan maka sah pula dihibahkan. Namun terdapat barang-barang yang sah dihibahkan namun tidak sah diperjualbelikan seperti 2 biji gandum, beras, atau sejenisnya karena barang terebut dianggap sepele.<\/li><li><strong><em>Shighah<\/em><\/strong><em>.<\/em> Syarat <em>syighah<\/em> adalah:<\/li><li>Antara ijab dan qabul harus <em>muttashil<\/em><\/li><li>Tidak terikat dengan syarat\/<em>ta\u2019liq<\/em><\/li><li>Tidak dibatasi oleh waktu\/<em>ta\u2019qit<\/em>. Hal ini dikarenakan akad hibah merupakan kepemilikan yang tidak terbatas dalam kondisi apapun.  <br><strong>(Nadhifatun Nahdhia)<\/strong> <\/li><li><\/li><\/ol>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"500\" height=\"337\" src=\"https:\/\/msaa.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/da.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4858\" srcset=\"https:\/\/msaa.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/da.jpg 500w, https:\/\/msaa.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/da-300x202.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Berikut ini adalah hasil musyawarah kitab keempat Ma\u2019had al-Jami\u2019ah al-\u2018Aly tentang wakaf yang bisa diunduh <strong><a href=\"https:\/\/msaa.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Hasil-Pembahasan-Musyawarah-Kitab-V.pdf\">disini<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-file\"><a href=\"https:\/\/msaa.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Hasil-Pembahasan-Musyawarah-Kitab-V.pdf\">Hasil Pembahasan Musyawarah Kitab V<\/a><a href=\"https:\/\/msaa.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Hasil-Pembahasan-Musyawarah-Kitab-V.pdf\" class=\"wp-block-file__button\" download>Download<\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jurnalis Ma\u2019had al-Jami\u2019ah al-Aly- Hibah bukanlah hal yang asing lagi di telinga kita. Sering kali kita memberikan sesuatu kepada orang lain sebagai bentuk penghormatan maupun apresiasi, itulah contoh sederhana dari hibah. Allah SWT telah memerintahkan hamba-Nya untuk selalu menebar kebaikan antar sesama, misalnya dengan menghibahkan sebagian harta kita. Salah satu dalil tersebut adalah dalam QS [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[],"class_list":["post-4857","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pendidikan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/msaa.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4857","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/msaa.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/msaa.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/msaa.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/msaa.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4857"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/msaa.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4857\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/msaa.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4857"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/msaa.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4857"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/msaa.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4857"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}