Malang – Istighotsah dan doa bersama untuk keselamatan masyarakat di Pulau Sumatera digelar serentak oleh Pusat Ma’had al-Jami’ah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Minggu, 30 November 2025. Kegiatan ini dimulai pukul 18.00 WIB, sesaat setelah pelaksanaan salat jama’ah Maghrib. Doa bersama tersebut diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian sivitas akademika terhadap rangkaian bencana alam yang akhir-akhir ini melanda berbagai wilayah di Sumatera. Melalui kegiatan religius ini, Ma’had mengajak para mahasantri dan civitas kampus untuk memperkuat solidaritas, empati, serta kepasrahan kepada Allah Swt.
Acara yang diinisiasi Pusat Ma’had al-Jami’ah ini dilaksanakan serentak di empat titik berbeda. Lokasi pelaksanaan meliputi Masjid At-Tarbiyah, Masjid Ulul Albab, Masjid Ali Ash-Shobuni, serta Islamic Tutorial Center (ITC) Ma’had Kampus 3. Seluruh rangkaian kegiatan di setiap tempat dikonsolidasikan oleh pengurus Ma’had agar pelaksanaan doa berjalan khusyuk dan terarah. Selain sebagai respon spiritual atas musibah, agenda ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkan kepekaan sosial di kalangan civitas terhadap isu kebencanaan di tingkat nasional.



Di Masjid At-Tarbiyah, istighotsah dipimpin langsung oleh Mudir Ma’had, Kyai Dr. Ahmad Izzuddin, M.HI. Pelaksanaan dimulai dengan pembukaan singkat, dilanjutkan pembacaan istighotsah dan tahlil, dan diakhiri dengan rangkaian doa keselamatan bagi para korban bencana serta masyarakat Sumatera secara umum. Jamaah tampak memenuhi area masjid dan mengikuti rangkaian bacaan dengan penuh kekhusyukan. Kehadiran pimpinan Ma’had di barisan terdepan menegaskan komitmen lembaga dalam mengawal penguatan spiritualitas di lingkungan kampus.

Sementara itu, di Masjid Ulul Albab, Masjid Ali Ash-Shobuni, dan ITC Ma’had Kampus 3, kegiatan dilaksanakan dengan format yang serupa. Para pengasuh, murabbi/ah, dan musyrif/ah yang bertugas memandu jalannya istighotsah dengan tertib. Jamaah yang terdiri dari mahasantri mengikuti rangkaian zikir dan doa dengan tertib. Meski berada di lokasi berbeda, nuansa kebersamaan dan keserentakan acara terasa kuat sebagai simbol persatuan doa untuk masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
Melalui istighotsah dan doa bersama ini, Pusat Ma’had al-Jami’ah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap agar bencana di Pulau Sumatera segera mereda dan para korban diberi kekuatan serta ketabahan. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi pengingat bahwa peran lembaga pendidikan Islam tidak hanya terbatas pada ruang kelas, tetapi juga pada kepedulian nyata terhadap problem kemanusiaan. Rangkaian doa kemudian ditutup dengan harapan agar bangsa Indonesia senantiasa dijaga dari berbagai musibah dan diberi kedamaian.





