MIU Login

SPMM 2025 Resmi Ditutup: Inaugurasi Kolektif Tandai Awal Pengabdian Baru Musyrif-Musyrifah Masa Jihad 2025/2026

Pusat Ma’had al-Jami’ah secara resmi menutup rangkaian kegiatan Sosialisasi Pendampingan Musyrif-Musyrifah Bagi Mahasantri (SPMM) 2025 pada Kamis (31/7) di Aula Gedung Rektorat Lantai 5. Agenda yang dimulai pukul 12.30 hingga 16.00 WIB ini berlangsung dengan khidmat dan penuh makna. Kegiatan penutupan ini dihadiri oleh 382 Musyrif-Musyrifah, para Murabbi-Murabbiah, staf idarah, para pengasuh dan Mudir Pusat Ma’had al-Jami’ah. Momentum ini sekaligus menjadi titik awal pengabdian baru bagi para musyrif-musyrifah selama satu tahun ke depan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, penutupan SPMM tahun ini—yang sebelumnya bernama Pengembangan Sumber Daya Musyrif-Musyrifah (PSDM)—dikemas dalam format inaugurasi kolektif yang memuat sejumlah prosesi penting. Di antaranya adalah serah terima jabatan pengurus Unit Pengembangan Kreativitas Mahasantri (UPKM) untuk periode 2025–2026 yang mencakup tiga unit aktif: UPKM Halaqah Ilmiah, UPKM Jam’iyyah Dakwah wa al-Fann al-Islami (JDFI), dan UPKM El-Ma’rifah. Seremonial ini dimaksudkan sebagai bentuk transisi kepemimpinan yang sah sekaligus peneguhan tanggung jawab baru.

Acara dilanjutkan dengan pembaiatan resmi bagi para Murabbi-Murabbiah periode 2025–2026 serta pembacaan ikrar dan pembaiatan terhadap seluruh Musyrif-Musyrifah baru. Prosesi sakral ini menciptakan suasana haru dan menyentuh, mengingat peran penting mereka sebagai penggerak utama pembinaan intelektual dan spiritual di lingkungan Ma’had. Tetes air mata haru pun mewarnai prosesi ini, menandai ketulusan niat untuk berkhidmat sepenuh hati.

Sebagai penutup, dilakukan pula penandatanganan kontrak Musyrif-Musyrifah sebagai bentuk komitmen dan ikatan moral terhadap amanah pengabdian. Kontrak tersebut memuat sejumlah prinsip dasar, seperti integritas, dedikasi, dan profesionalitas selama masa tugas. Penandatanganan ini bukan sekadar simbolis, melainkan wujud konkret kesiapan para pendamping untuk menjalani peran strategisnya dalam mendampingi ratusan mahasantri.

Dalam amanatnya, Mudir Pusat Ma’had al-Jami’ah, Dr. Kyai Ahmad Izzuddin, M.HI., menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa para musyrif-musyrifah yang dibaiat merupakan kader terbaik hasil didikan MSAA. “Peran kalian sangat krusial dalam keberlangsungan Ma’had. Jadilah tonggak utama dan garda terdepan. Jangan biarkan semangat pengabdian hanya menyala di awal. Jaga konsistensinya hingga akhir periode,” ujarnya tegas.

Lebih lanjut, Dr. Izzuddin juga menekankan pentingnya pengabdian yang utuh—tidak hanya pada aspek intelektual, namun juga dalam pembinaan spiritual. Para pendamping diharapkan mampu menjadi role model serta figur humanis bagi para mahasantri. “Tugas kalian bukan sekadar administratif atau akademik, tetapi juga pembinaan karakter yang mendalam,” imbuhnya dalam amanat penutup yang disambut dengan tepuk tangan penuh haru.

Dengan berakhirnya rangkaian SPMM 2025, para musyrif-musyrifah resmi memulai pengabdian mereka di lingkungan Pusat Ma’had al-Jami’ah. Murabbi-Murabbiah—sebagai penyelenggara, berharap agar acara ini tidak hanya menjadi formalitas belaka, tetapi juga menjadi titik tolak kesungguhan niat dalam menjalankan amanah serta pengabdian di lingkungan Pusat Ma’had al-Jami’ah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait