Selasa pagi, 29 Juli 2025, Aula Gedung Rektorat Lantai 5 menjadi saksi pembukaan resmi kegiatan Sosialisasi Pendampingan Musyrif-Musyrifah Bagi Mahasantri (SPMM) 2025. Acara ini dihadiri oleh para peserta musyrif-musyrifah, para murabbi-murabbiah selaku penyelenggara, jajaran pengasuh Ma’had, serta Mudir Pusat Ma’had al-Jami’ah, Dr. Ahmad Izzuddin, M.HI. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari ini (29–31 Juli 2025) menjadi gerbang awal dalam proses pembekalan bagi para pendamping mahasantri baru.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Siti Ma’rifatul Hasanah, M.Pd., menyampaikan bahwa total peserta yang mengikuti SPMM tahun ini mencapai 382 orang. Menurutnya, angka tersebut merupakan hasil seleksi ketat dari proses rekrutmen musyrif-musyrifah. “Mereka adalah kader pilihan terbaik, mewakili generasi unggulan hasil tempaan MSAA. Maka dari itu, patut berbangga dan bersyukur karena telah melewati proses panjang dan kompetitif,” ujarnya. Kehadiran peserta secara penuh, baik luring maupun daring, menunjukkan komitmen tinggi dalam mengikuti rangkaian acara sejak hari pertama.
Sementara itu, Dr. Ahmad Izzuddin, M.HI., dalam arahannya menekankan bahwa peran musyrif dan musyrifah bukan sekadar pendamping teknis, melainkan sebagai aktor utama dalam pembentukan karakter mahasantri baru. “Kalian adalah barisan terdepan dalam program pendidikan karakter. Jadikan diri kalian teladan dalam bidang akademik, etika, dan terutama dalam aspek spiritual. Ingatlah, tugas kalian mencakup tiga peran penting: sebagai mentor, konselor, dan coach,” pesannya yang disambut antusias peserta.
Pembukaan acara berlangsung dengan penuh khidmat dan tertib. Seluruh peserta hadir tepat waktu dan mengikuti jalannya kegiatan dengan antusias. Beberapa peserta yang sedang menjalani program magang atau praktik kerja lapangan tetap berpartisipasi secara daring, tanpa mengurangi kekhidmatan momentum pembukaan. Tim panitia mencatat kehadiran nyaris sempurna dari keseluruhan peserta.
Kegiatan SPMM 2025 dirancang sebagai rangkaian strategis dalam mencetak pendamping mahasantri yang tangguh, adaptif, dan berintegritas. Selama tiga hari ke depan, para musyrif dan musyrifah akan dibekali dengan materi-materi penting mulai dari kepemimpinan, mitigasi kesehatan, mitigasi pelanggaran etik, mitigasi kerusakan sarana prasarana, komunikasi efektif, manajemen konflik, hingga penguatan nilai-nilai spiritual dan tarbiyah Islamiyah. Diharapkan, kegiatan ini mampu mencetak kader teladan yang akan membawa misi besar penguatan karakter di lingkungan Ma’had al-Jami’ah.





