MALANG — Pusat Ma’had Al-Jami’ah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan Mudik Bersama dalam rangka menyambut libur Idulfitri 1447 H. Pemberangkatan peserta dilaksanakan pada Sabtu, 14 Maret 2026, tepat pukul 06.00 WIB dari lingkungan kampus. Kegiatan ini diikuti oleh 133 peserta yang terdiri dari mahasantri aktif Pusat Ma’had Al-Jami’ah serta musyrif dan musyrifah. Program Mudik Bersama merupakan agenda tahunan yang secara konsisten diselenggarakan sebagai bentuk pelayanan institusi kepada mahasantri. Melalui program ini, pihak penyelenggara berupaya menghadirkan fasilitas kepulangan yang aman, tertib, dan terkoordinasi menjelang Hari Raya Idulfitri.
Prosesi pelepasan peserta dihadiri langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., serta Mudir Ma’had Al-Jami’ah Dr. Ahmad Izzuddin, M.HI. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh jajaran dewan pengasuh beserta para murabbi dan murabbiah yang turut memberikan dukungan kepada peserta. Kehadiran pimpinan dan pengasuh menunjukkan perhatian institusi terhadap kenyamanan dan keselamatan mahasantri selama perjalanan. Suasana pelepasan berlangsung tertib dan khidmat sejak pagi hari. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan sebelum keberangkatan.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., menyampaikan pesan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan momentum mudik dengan penuh tanggung jawab. Ia mengimbau peserta untuk menjaga keselamatan selama perjalanan serta mematuhi arahan panitia dan awak bus. Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater selama berada di kampung halaman. Ia juga mengingatkan peserta agar tetap menjaga kedisiplinan dan nilai-nilai positif yang telah ditanamkan selama tinggal di Ma’had. Pesan tersebut disampaikan sebagai bentuk perhatian institusi terhadap karakter dan keselamatan peserta.
Pada pelaksanaan tahun ini, panitia memberangkatkan tiga bus dengan dua rute perjalanan yang telah ditentukan. Rute pertama meliputi Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, hingga Jember sebagai titik akhir. Sementara itu, rute kedua mencakup wilayah Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Lamongan, hingga Bojonegoro. Penentuan rute dilakukan berdasarkan domisili peserta dan kebutuhan distribusi perjalanan. Panitia juga memastikan kesiapan teknis kendaraan dan koordinasi lapangan berjalan sesuai rencana.
Pihak penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan Mudik Bersama menjadi salah satu bentuk komitmen Ma’had dalam memberikan pelayanan kepada mahasantri. Selain memfasilitasi kepulangan secara kolektif, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat kebersamaan antar peserta. Program tersebut dirancang untuk membantu peserta agar dapat pulang dengan aman dan nyaman menjelang Idulfitri. Panitia juga berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasantri. Dengan pelaksanaan yang terorganisasi, program Mudik Bersama diharapkan terus menjadi agenda yang konsisten setiap tahun.





