MIU Login

Pengayaan Terakhir Musyrif-Musyrifah: Pusat Ma’had al-Jami’ah Siap Sambut Mahasantri Baru

Pusat Ma’had al-Jami’ah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan Pengayaan Musyrif-Musyrifah pada Jumat, 8 Agustus 2025. Kegiatan ini bertujuan membekali para musyrif-musyrifah dengan pengetahuan dan keterampilan praktis terkait berbagai jenis sholat, seperti sholat istisqa’, sholat khusuf, sholat kusuf, sholat jama’ dan qashar, sholat syiddatul khouf, serta sholat jenazah. Acara ini menjadi pembekalan terakhir sebelum para musyrif-musyrifah menyambut kedatangan mahasantri baru pada 11 Agustus 2025 mendatang. Dengan adanya pengayaan ini, diharapkan para musyrif-musyrifah memiliki pemahaman yang matang dan siap menjadi pembimbing ibadah yang baik bagi mahasantri. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program rutin Ma’had untuk meningkatkan kualitas keilmuan dan keteladanan para pembina asrama.

Pelaksanaan pengayaan dimulai ba’da sholat Maghrib berjamaah hingga menjelang sholat Isya’, sekitar pukul 18.00–19.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di tiga lokasi, menyesuaikan dengan posisi kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Di Kampus 1, kegiatan bertempat di Masjid At-Tarbiyah dan dipandu langsung oleh Mudir Pusat Ma’had al-Jami’ah, Kyai Dr. Ahmad Izzuddin, M.HI. Sementara itu, musyrif-musyrifah Kampus 2 mengikuti pengayaan di Masjid Ali Ash-Shobuni yang diampu oleh Kyai Abdul Hakim, S.Si., M.PI., M.Farm. Adapun musyrif-musyrifah Kampus 3 mengikuti kegiatan di Islamic Tutorial Center (ITC) yang dipandu oleh Kyai Muhammad Faruq, M.Pd.

Materi yang diberikan pada pengayaan kali ini menitikberatkan pada praktik ibadah sholat sebagaimana telah dirinci sebelumnya. Para peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan teoritis, tetapi juga diarahkan untuk melakukan simulasi langsung setiap jenis sholat yang diajarkan. Metode ini dipilih untuk memastikan para musyrif-musyrifah benar-benar memahami tata cara, syarat, dan ketentuan pelaksanaan masing-masing sholat. Pendekatan praktis ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka saat nantinya membimbing mahasantri baru dalam beribadah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat koordinasi antar musyrif-musyrifah lintas kampus.

Dalam pengarahannya, Kyai Dr. Ahmad Izzuddin, M.HI. menekankan pentingnya menjadikan masjid sebagai pusat syiar utama Ma’had. Ia mengingatkan bahwa para musyrif-musyrifah dan murabbi-murabbiah memiliki peran strategis sebagai teladan dalam menjaga dan memakmurkan masjid. Menurutnya, kehadiran pembina yang aktif di masjid akan mendorong mahasantri untuk lebih mencintai ibadah berjamaah. Beliau juga menegaskan bahwa kualitas pembinaan tidak hanya diukur dari seberapa banyak materi yang disampaikan, tetapi juga dari keteladanan dalam perilaku sehari-hari. Pesan ini mendapat perhatian serius dari para peserta yang hadir.

Kegiatan pengayaan ini disambut positif oleh para musyrif-musyrifah yang mengaku mendapatkan banyak ilmu baru sekaligus penyegaran pengetahuan ibadah. Mereka menilai bahwa materi yang disampaikan sangat relevan untuk mendukung tugas pembimbingan di asrama Ma’had. Dengan pembekalan ini, para musyrif-musyrifah diharapkan siap menyambut mahasantri baru dengan pelayanan yang profesional dan penuh keteladanan. Pusat Ma’had al-Jami’ah berkomitmen untuk terus mengadakan program pengembangan kapasitas serupa secara berkala. Hal ini menjadi bagian dari upaya menjaga mutu pendidikan dan pembinaan karakter Islami di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait