MIU Login

Grand Final Duta Bahasa 2025: Panggung Apresiasi Kompetensi Bahasa Mahasantri UIN Malang

Malang – Pusat Ma’had al-Jami’ah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Grand Final Duta Bahasa pada Sabtu, 6 Desember 2025, pukul 09.00–13.00 WIB di Aula Rektorat Lantai 5. Ajang ini menjadi puncak seleksi sekaligus ruang apresiasi bagi mahasantri yang menunjukkan kompetensi kebahasaan, public speaking, serta daya representasi sebagai duta bahasa ma’had. Sejak pagi, panitia melakukan persiapan acara mulai pukul 08.00 WIB sebelum rangkaian formal dibuka oleh MC pada pukul 09.00 WIB. Pembukaan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan lagu kebangsaan sebagai penanda dimulainya agenda resmi kegiatan. Rangkaian awal tersebut tercantum dalam susunan acara yang ditetapkan panitia.

Memasuki sesi formal, sambutan pertama disampaikan Kyai Muhammad Faruq, M.Pd., selaku Koordinator Bidang Bahasa, yang menekankan bahwa Duta Bahasa bukan sekadar ajang lomba, melainkan ruang pembinaan karakter komunikasi mahasantri. “Duta Bahasa ini kita siapkan sebagai teladan, bukan hanya dalam kefasihan, tetapi juga dalam adab bertutur dan tanggung jawab membawa pesan baik di ruang publik,” ujar Kyai Faruq di hadapan peserta dan tamu undangan. Sambutan berikutnya disampaikan Kyai Dr. Ahmad Izzudin, M.HI., selaku Mudir Ma’had al-Jami’ah, yang menegaskan pentingnya budaya literasi dan disiplin berbahasa sebagai bagian dari identitas ma’had UIN Malang. “Bahasa adalah cermin kualitas diri dan peradaban; karena itu, para finalis harus siap menjadi penggerak tertib berbahasa dan literasi di ma’had maupun kampus,” tutur Kyai Izzudin. Setelah dua sambutan tersebut, rangkaian acara berlanjut ke agenda berikutnya hingga memasuki segmen penampilan finalis sesuai susunan acara.

Segmen nonformal dibuka dengan “opening walk” dan “opening dance” yang langsung menarik perhatian hadirin, sebelum para finalis memasuki sesi penampilan individu. Setelah rangkaian tampil satu per satu, para finalis kembali ke panggung dalam “opening number” sebagai penanda dimulainya tahapan kompetisi yang lebih terstruktur. Pada sesi berikutnya, finalis menyampaikan speech berbahasa Inggris yang menjadi indikator penguasaan bahasa asing sekaligus keberanian menyampaikan gagasan di depan publik. Panitia kemudian menayangkan after movie program sebagai kilas balik proses pembinaan dan kegiatan duta, sehingga audiens memperoleh konteks perjalanan para finalis sebelum mencapai grand final. Menjelang siang, sesi “evening gown” digelar sebagai bagian dari penilaian penampilan, etika panggung, dan cara membawa diri, lalu ditutup dengan pengumuman Top 5 sebagai penyaring menuju babak penentuan.

Tahap krusial dimulai saat Top 5 menjalani sesi tanya jawab (QnA) dengan ketentuan penggunaan bahasa Arab, sehingga kemampuan merespons isu secara spontan diuji bersamaan dengan ketepatan struktur bahasa. Setelah penilaian berlangsung, panitia mengumumkan Top 2 untuk maju ke babak “battle” dengan format Arab–Inggris, yang menuntut kelincahan berpikir, konsistensi argumentasi, dan kontrol diksi dalam dua bahasa. Di bagian akhir sebelum penobatan pemenang, “last walk” Duta Bahasa 2024 ditampilkan sebagai simbol estafet peran, disusul “final walk” Duta Bahasa 2025 yang menjadi puncak eksposur finalis di hadapan publik. Puncak kegiatan berada pada pembacaan nominasi, Runner Up, dan Winner Duta Bahasa 2025. Rangkaian ini menegaskan bahwa penentuan juara tidak hanya bertumpu pada performa panggung, tetapi juga pada kompetensi, etika, serta konsistensi peserta dalam melalui seluruh rangkaian seleksi.

Hasil akhir menetapkan Muhammad Aqsha Arafat dari Mabna Al-Khawarizmi sebagai Winner Putra, sementara Winner Putri diraih Qurrotul A’yunin Fatihin Izar dari Mabna Ar-Razi. Adapun Runner Up Putra diraih Irham Rozinal Haq dari Mabna al-Ghazali, dan Runner Up Putri diraih Raswa Masudin dari Mabna Khadijah al-Kubra. Setelah penobatan, para pemenang menerima mandat sebagai figur representatif yang diharapkan menguatkan budaya bahasa, ketertiban berbahasa, serta keterampilan komunikasi publik di lingkungan ma’had. Panitia juga menegaskan bahwa gelar duta membawa konsekuensi kerja programatik, bukan sekadar selempang, karena para pemenang diproyeksikan terlibat dalam kegiatan edukasi bahasa, pendampingan program ma’had, dan penguatan publikasi kebahasaan. Dengan selesainya agenda penutupan, Grand Final Duta Bahasa 2025 resmi mengakhiri rangkaian seleksi, sekaligus membuka fase kerja Duta Bahasa 2025 untuk program dan kegiatan tahun berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait