{"id":8027,"date":"2023-06-03T14:19:14","date_gmt":"2023-06-03T14:19:14","guid":{"rendered":"https:\/\/mahadaly.msaa.uin-malang.ac.id\/?p=1541"},"modified":"2023-06-03T14:19:14","modified_gmt":"2023-06-03T14:19:14","slug":"1-fadlilah-awwalul-2021-rekonstruksi-konsep-nusyuz-perspektif-qiraah-mubadalah-studi-pemikiran-faqihuddin-abdul-kodir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/msaa.uin-malang.ac.id\/ar\/1-fadlilah-awwalul-2021-rekonstruksi-konsep-nusyuz-perspektif-qiraah-mubadalah-studi-pemikiran-faqihuddin-abdul-kodir\/","title":{"rendered":"1- Fadlilah, Awwalul (2021).  REKONSTRUKSI KONSEP NUSYUZ PERSPEKTIF QIRA\u2019AH MUBADALAH (Studi Pemikiran Faqihuddin Abdul Kodir)"},"content":{"rendered":"<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Abstrak<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Islam hadir untuk menegakkan keadilan. Begitu juga dengan keluarga, dimana sering terjadi hubungan yang tidak adil antara suami dan istri, banyak sekali hambatan yang dapat mengancam keharmonisan pernikahan. Selama ini isu nusyuz sering dikaitkan dengan istri dan Kompilasi Hukum Islam (KHI) menegaskan hal itu. Bagaimana hukum Islam mengatur nusyuz dan bagaimana perspektif qira&#8217;ah mub\u0101dalah tentang nusyuz ini menjadi pertanyaan utama penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan teknik deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan kemudian dianalisis secara kualitatif dengan metode deduktif. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: Nusy\u016bz menurut hukum Islam (KHI) dikonseptualisasikan sebagai ketidaktaatan seorang istri kepada suaminya, seperti keengganan untuk berhubungan badan, masam di depan suaminya, keluar rumah tanpa izin suami dan lain-lain. yang membuat suami tidak suka. Jika nusy\u016bz terjadi maka diselesaikan dengan: memberi nasehat, memisahkan tempat tidur, dan memukul. Mub\u0101dalah sebagai metode penafsiran nash yang bersifat timbal balik, dalam hal hubungan keluarga antara suami dan istri, mendefinisikan nusy\u016bz sebagai ketidaktaatan terhadap komitmen rumah tangga sehingga berlaku untuk suami dan istri. Penyelesaian nusy\u016bz dengan pemukulan dianggap sebagai tindakan kekerasan sehingga tidak boleh dilakukan. Mengajak rekonsiliasi untuk kembali ke komitmen adalah cara terbaik menurut QS. An Nisa&#8217;: 128.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td>Pembimbing<\/td><td>Ahmad Izzuddin, M.HI<\/td><\/tr><tr><td>Penulis<\/td><td>Awwalul Fadlilah<\/td><\/tr><tr><td>Tanggal Diujikan<\/td><td>7 Juni 2021<\/td><\/tr><tr><td>Kata Kunci<\/td><td>Nusy\u016bz, Pernikahan, Mubadalah, Perempuan, Muslimah<\/td><\/tr><tr><td>Link PDF<\/td><td><a href=\"https:\/\/mahadaly.msaa.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/26.-Awwalul-Fadlilah-551-578.pdf\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/mahadaly.msaa.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/26.-Awwalul-Fadlilah-551-578.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Download<\/a><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Abstrak Islam hadir untuk menegakkan keadilan. Begitu juga dengan keluarga, dimana sering terjadi hubungan yang tidak adil antara suami dan istri, banyak sekali hambatan yang dapat mengancam keharmonisan pernikahan. Selama ini isu nusyuz sering dikaitkan dengan istri dan Kompilasi Hukum Islam (KHI) menegaskan hal itu. Bagaimana hukum Islam mengatur nusyuz dan bagaimana perspektif qira&#8217;ah mub\u0101dalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[100],"tags":[35,95,77,163,164,165,88,67,74],"class_list":["post-8027","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-risalah-tugas-akhir","tag-mahad-aly","tag-mahad-sunan-ampel-al-aly","tag-msaa","tag-mubadalah","tag-muslimah","tag-nusyuz","tag-perempuan","tag-pernikahan","tag-uin-malang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/msaa.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8027","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/msaa.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/msaa.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/msaa.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/msaa.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8027"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/msaa.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8027\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/msaa.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8027"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/msaa.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8027"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/msaa.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8027"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}