Pusat Ma’had Al Jamiah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan Tasji’ul Himmah di Kebun Raya Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, pada Sabtu, 15 November 2025. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 15.00 WIB itu diikuti 385 peserta yang terdiri dari para musrif dan musyrifah Ma’had Al Jamiah. Agenda ini dikemas dalam bentuk outbound bertema “Spirit of Adventure, Essence of Tadabbur” sebagai upaya menyegarkan kembali semangat pengabdian para pendamping mahasantri. Pusat Ma’had menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kualitas pendampingan di lingkungan pesantren mahasiswa UIN Maliki Malang.
Sebanyak 376 musyrif dan musyrifah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Di awal masa tinggal, para musyrif dan musyrifah dikenal berperan aktif mendampingi maba yang masih lugu dan taat mengikuti rangkaian kegiatan kepesantrenan. Namun, seiring berjalannya waktu, dinamika kejenuhan dan penurunan motivasi tidak dapat dihindari, terutama memasuki paruh kedua masa mukim mahasantri. Tasji’ul Himmah kemudian dirancang sebagai respon atas kebutuhan untuk menguatkan kembali energi, komitmen, dan rasa tanggung jawab para pendamping.



Dalam pelaksanaannya, Tasji’ul Himmah disusun dalam format outbound berkelompok dengan berbagai permainan dan tantangan. Para musyrif dan musyrifah menjelajahi area Kebun Raya Purwodadi sambil menaklukkan enam pos aktivitas, antara lain Pos Sarung Bergilir, Tebak Gaya, Estafet Karet, Gelas Tiup, dan Estafet Tepung. Setiap pos dijaga oleh panitia dan menggunakan sistem penilaian berbasis poin untuk menumbuhkan sportivitas dan kerja sama tim. Melalui pola permainan ini, peserta diajak merasakan langsung pentingnya koordinasi, komunikasi, ketangguhan, dan disiplin dalam mencapai tujuan bersama.



Kegiatan diawali dengan pembukaan resmi dan sambutan Pengasuh Ma’had yang menekankan pentingnya menjaga komitmen, memperkokoh ukhuwah, serta meneguhkan kembali semangat pengabdian. Pengasuh mengingatkan bahwa musyrif dan musyrifah bukan hanya pengawas kedisiplinan, tetapi juga teladan akhlak dan pendamping spiritual bagi seluruh mahasantri. Sepanjang kegiatan, 15 murabbi/murabbiyah bersama empat pengasuh turut mendampingi dan memandu jalannya program. Menjelang akhir acara, rangkaian Tasji’ul Himmah ditutup dengan sesi refleksi dan muhasabah, dilanjutkan pembacaan doa sebagai wujud syukur dan permohonan kekuatan dalam menjalankan amanah.



Pemilihan Kebun Raya Purwodadi sebagai lokasi kegiatan didasari pertimbangan suasana alam yang asri dan luas sehingga mendukung proses refleksi diri. Lingkungan hijau diharapkan membantu peserta menumbuhkan kesadaran untuk memperbaiki niat, menyegarkan kembali semangat pengabdian, dan memperkokoh dedikasi dalam melayani mahasantri. Pihak panitia menyebut, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Para peserta juga tercatat mengikuti seluruh sesi dengan antusias dan partisipasi aktif, yang diharapkan berimbas pada semakin solidnya peran musyrif dan musyrifah dalam mengawal kehidupan kepesantrenan di Ma’had Al Jamiah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.





