Pusat Ma’had al-Jami’ah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan Irsyadat Tematik sebagai bagian dari pembekalan dasar bagi mahasantri baru tahun akademik 2025/2026. Program ini dilaksanakan untuk mengisi kekosongan kegiatan selama masa kedatangan sekaligus menanamkan nilai-nilai ke-ma’had-an sejak awal. Kegiatan dimulai pada Senin, 11 Agustus 2025 ba’da maghrib dan akan berlangsung hingga Jumat, 15 Agustus 2025. Seluruh kegiatan digelar serentak di empat lokasi Ma’had, yakni Masjid At-Tarbiyah, Masjid Ulul Albab, Masjid Ali Ash-Shobuni, dan Islamic Tutorial Center (ITC). Kehadiran program ini menjadi langkah strategis dalam mengarahkan mahasantri agar siap menghadapi kehidupan akademik dan spiritual di kampus.
Pada hari pertama, 11 Agustus 2025, materi yang disampaikan berfokus pada tema keutamaan beribadah. Para narasumber berasal dari jajaran pengasuh Pusat Ma’had al-Jami’ah. Di Masjid At-Tarbiyah, KH. Aunul Hakim menjadi pemateri utama, sedangkan di Masjid Ali Ash-Shobuni materi disampaikan oleh Kyai Abdul Hakim. Sementara itu, di Masjid Ulul Albab hadir Dr. KH. Syuhadak untuk memberikan pengarahan, dan di ITC Bu Nyai Siti Ma’rifatul Hasanah, M.Pd. turut menyampaikan ceramah. Materi pembukaan ini bertujuan menanamkan kesadaran spiritual bahwa ibadah adalah pondasi utama dalam kehidupan seorang mahasantri.



Keesokan harinya, Selasa 12 Agustus 2025, rangkaian kegiatan berlanjut sejak ba’da subuh. Pada kesempatan ini, materi disampaikan oleh narasumber berbeda di setiap lokasi. Di Masjid Ulul Albab, Dr. Hj. Dewi Hamidah, M.Pd. menyampaikan kajian dengan penuh ketelatenan. Di Masjid At-Tarbiyah, Kyai Dr. Ahmad Izzuddin, M.HI. hadir sebagai pemateri. Sedangkan di ITC, kajian diisi oleh Kyai Muhammad Faruq, M.Pd., dan di Masjid Ali Ash-Shobuni, pemateri adalah Kyai Abdul Hakim. Keberagaman narasumber ini menunjukkan komitmen Ma’had untuk menghadirkan perspektif yang luas dan kaya bagi para mahasantri baru.
Pada hari kedua, Rabu, 13 Agustus 2025, kegiatan dimulai ba’da subuh dengan kajian tentang “Keutamaan Membaca Al-Qur’an”. Materi ini dipandu oleh KH. Muhammad Hasyim, MA., bersama sejumlah dosen dan musyrif/ah yang bertugas di tiap lokasi. Pada malam harinya, dilanjutkan dengan tema “Mengatur Waktu dan Prioritas” yang disampaikan oleh KH. Ghufron, S.Ag., M.HI. Tema ini selaras dengan kebutuhan mahasantri untuk menata keseharian mereka di lingkungan akademik yang padat aktivitas. Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasantri lebih disiplin dalam memadukan antara kewajiban kuliah, ibadah, serta aktivitas pengembangan diri di Ma’had.
Kamis, 14 Agustus 2025, kegiatan Irsyadat Tematik menghadirkan kajian ba’da subuh bertema “Keutamaan Menuntut Ilmu” bersama Kyai Dr. Ahmad Izzuddin, M.HI. dan Kyai Dr. Aunul Hakim, S.Ag., M.H. Malam harinya, suasana semakin semarak dengan digelarnya Lailatus Sholawat yang diikuti serentak oleh seluruh mahasantri di masing-masing lokasi. Lantunan shalawat yang menggema menjadi momen kebersamaan sekaligus mempererat ikatan spiritual antar peserta. Tradisi ini bukan sekadar pengisi waktu, melainkan menjadi bagian dari penanaman budaya religius yang khas di Ma’had. Kegiatan malam tersebut mendapat respon positif, terlihat dari kekhidmatan jamaah dalam mengikuti setiap rangkaian acara.



Rangkaian Irsyadat Tematik ditutup pada Jumat, 15 Agustus 2025 dengan kegiatan membaca Surah Al-Kahfi berjamaah di pagi hari serta kajian khusus tentang adab dan akhlak di lingkungan Ma’had pada malam harinya. Materi penutup ini disampaikan Prof. Dr. KH. Wildana Wargadinata, Lc., M.Ag. dan Prof. Dr. Hj. Sulalah, M.Ag. Penekanan pada adab dan akhlak menjadi penutup yang bermakna, sebab tujuan utama Ma’had bukan hanya mencetak mahasiswa yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi berkarakter Islami. Dengan demikian, Irsyadat Tematik diharapkan mampu menjadi bekal awal yang kokoh bagi seluruh mahasantri baru dalam menapaki perjalanan studinya.




