Selasa, 29 Juli 2025, rangkaian kegiatan Sosialisasi Pendampingan Musyrif-Musyrifah Bagi Mahasantri (SPMM) 2025 resmi memasuki hari pertama. Sebanyak 382 peserta musyrif-musyrifah mengikuti kegiatan secara penuh, baik secara luring maupun daring. Agenda hari pertama terbagi dalam tiga sesi utama yang dirancang untuk memperkuat peran musyrif dalam tiga aspek penting: kesehatan, keamanan, dan pembinaan keagamaan. Kegiatan berlangsung tertib dan disambut antusias oleh para peserta.
Sesi pertama berlangsung pukul 09.05 hingga 11.05 WIB, mengusung tema “Pelatihan Penanganan Gangguan Kesehatan Bagi Warga Ma’had”. Materi ini disampaikan oleh dr. Ikrimah dan dr. Umik Lisa Desiyanti. Dalam sesi ini, peserta dibekali dengan wawasan dasar pertolongan pertama, teknik penanganan keluhan umum seperti demam, pingsan, dan cedera ringan, serta prosedur koordinasi dalam situasi darurat medis. Para pemateri menekankan pentingnya kesiapan musyrif-musyrifah sebagai garda pertama dalam menjaga stabilitas kesehatan mahasantri.



Memasuki pukul 12.30 hingga 14.30 WIB, sesi kedua dilanjutkan dengan materi bertajuk “Pencegahan dan Penanganan Pelanggaran Keamanan di Lingkungan Ma’had”. Bapak Bambang Poncowolo bersama KH. Ghufron, S.Pd., M.Pd. membahas pendekatan strategis dalam membangun lingkungan yang aman dan kondusif. Peserta diberikan pemahaman terkait jenis pelanggaran yang umum terjadi, langkah-langkah pencegahan, serta pentingnya komunikasi kolaboratif antara musyrif-musyrifah, mahasantri, murabbi-murabbiah dan pengasuh dalam menjaga keamanan bersama.
Sesi terakhir dimulai pukul 14.30 hingga 15.30 WIB dengan tema “Pembinaan Ubudiyah, Ketakmiran, dan Sosial Keagamaan”. Materi ini disampaikan oleh Dr. KH. Aunul Hakim, S.Ag., M.H. dan KH. Abdul Fattah, Lc., M.Th.I. Kedua narasumber memberikan penekanan pada pentingnya peran musyrif dalam membimbing mahasantri tidak hanya secara akademik, tetapi juga secara ruhani. Mereka menggarisbawahi bahwa musyrif harus menjadi teladan dalam ibadah, penggerak kegiatan keagamaan, serta penopang budaya religius di lingkungan Ma’had.



Hari pertama SPMM 2025 ditutup dengan semangat yang tinggi dari seluruh peserta. Suasana aktif dan interaktif terlihat dalam setiap sesi, mulai dari diskusi, tanya jawab, hingga refleksi bersama. Kehadiran peserta tercatat hampir sempurna, menandakan kesiapan dan komitmen para musyrif-musyrifah dalam mengemban tugas sebagai pilar utama pembinaan karakter mahasiswa baru di lingkungan Ma’had al-Jami’ah.






2 Responses
Maaf, pelatihan ini tidak di imbangi sikap ramah dan tanggap oleh mustrif. Adek saya sakit tidak ada perhatian padahal sudah malam, tidak boleh bawa motor dengan tanda tangan pernyataan bermaterai. Tanya ke musyrif mau ke dokter cuma bilangnya hati2. Padahal maunya di antar atau apalah, karena rumah jauh dan gak ada motor. Akhirnya orang tua jauh2 datang Tengah malam hanya untuk memeriksakan adek saya. Harusnya ada kolom attach biar saya bisa kirim hasil chat adek saya dengan musyrifnya. Biar tidak di bilang mengada ada. Maaf… Saya sampaikan ini semoga ada perhatian dan perbaikan dari pengasuh ma’had
Terima kasih atas evaluasinya. Segera kami tindaklanjuti 🙏🏻