MIU Login

Pusat Ma’had al-Jami’ah Gelar Istighosah Serentak untuk Keselamatan Bangsa

Malang – Pusat Ma’had al-Jami’ah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar istighosah serentak di empat lokasi pada Minggu malam, 31 Agustus 2025, usai salat Maghrib berjamaah. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid At-Tarbiyah untuk mahasantri Kampus 1 putra, Masjid Ulul Albab untuk mahasantri Kampus 1 putri, Masjid Ali Ash-Shobuni untuk mahasantri Kampus 2, serta Islamic Tutorial Center (ITC) bagi mahasantri Kampus 3. Ribuan mahasantri baru mengikuti dzikir dan doa bersama ini dengan khusyuk. Suasana keheningan ibadah tampak menyelimuti keempat lokasi sejak awal hingga akhir acara. Agenda ini merupakan bagian dari respons spiritual lembaga terhadap kondisi bangsa yang belakangan dilanda ketidakstabilan.

Istighosah kali ini diposisikan sebagai dzikir kebangsaan yang ditujukan untuk kemaslahatan Indonesia. Dalam sepekan terakhir, berbagai daerah di tanah air dilaporkan mengalami gejolak sosial dan politik yang menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Melalui acara ini, Pusat Ma’had al-Jami’ah ingin memberikan kontribusi nyata dengan cara yang berbeda. Alih-alih turun ke jalan, para mahasantri diajak memperkuat doa, dzikir, dan permohonan pertolongan kepada Allah SWT. Langkah ini dipandang sebagai wujud kepedulian sekaligus peran aktif pesantren kampus dalam mengokohkan nilai spiritual dalam kehidupan berbangsa.

Di Masjid At-Tarbiyah, istighosah dipimpin langsung oleh Mudir Pusat Ma’had al-Jami’ah, Dr. Ahmad Izzuddin, M.HI. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Ma’had sebagai lembaga yang berada di bawah institusi pendidikan tinggi tidak boleh absen dalam merespons dinamika negara. Ia menekankan bahwa doa dan dzikir adalah bentuk kontribusi spiritual yang melengkapi ekspresi aspirasi masyarakat lain di ruang publik. “Jika rakyat di luar sana menyuarakan aspirasinya melalui demonstrasi, maka kita di Ma’had ini hadir dengan kekuatan spiritual untuk mendukung kebaikan bangsa,” ujarnya.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah doa bersama, tetapi juga sarana penguatan ukhuwah di antara para mahasantri. Para peserta tampak larut dalam bacaan istighosah, doa-doa kebangsaan, serta lantunan shalawat. Selain itu, momen ini sekaligus menjadi pengingat bahwa peran lembaga pendidikan Islam bukan hanya mencetak intelektual, tetapi juga membangun kekuatan ruhani. Kehadiran Ma’had di ruang kebangsaan dipandang sebagai pelengkap dari dinamika sosial yang sedang berlangsung.

Pusat Ma’had al-Jami’ah berharap agenda ini dapat menjadi teladan bagi institusi pendidikan Islam lainnya di Indonesia. Dengan menekankan aspek spiritual, Ma’had ingin menunjukkan bahwa kontribusi terhadap bangsa tidak selalu berbentuk aksi fisik, melainkan juga melalui doa dan dzikir yang mendalam. Istighosah serentak ini diharapkan mampu menghadirkan ketenangan dan menjadi pintu turunnya keberkahan bagi negeri. Melalui kegiatan semacam ini, Ma’had ingin menegaskan kembali identitasnya sebagai pilar peradaban yang tidak hanya berorientasi pada keilmuan, tetapi juga pada spiritualitas.

اترك تعليقاً

لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول الإلزامية مشار إليها بـ *

Berita Terkait