Kamis, 31 Juli 2025, rangkaian kegiatan Sosialisasi Pendampingan Musyrif-Musyrifah Bagi Mahasantri (SPMM) 2025 resmi memasuki hari ketiga sekaligus sesi terakhir. Bertempat di Aula Gedung Rektorat Lantai 5, kegiatan ini menghadirkan berbagai narasumber yang menyampaikan materi penting terkait pembinaan mahasantri dari berbagai aspek. Peserta yang terdiri dari para musyrif-musyrifah menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang sesi, mengingat hari ini menjadi puncak pembekalan yang telah berlangsung sejak dua hari sebelumnya.
Sesi pertama pada hari ketiga diisi dengan materi pembinaan Ta’lim Quran dan Afkar, sistem akademik Ma’had, serta kebahasaan. Dr. Hj. Dewi Hamidah, M.Pd. menekankan pentingnya peran musyrif-musyrifah dalam menciptakan ekosistem ta’lim yang kondusif dan aktif di lingkungan Ma’had. “Musyrif-musyrifah bukan hanya pendamping, tapi juga role model intelektual-spiritual bagi mahasantri,” ungkapnya. Dr. KH. Syuhadak, MA. dan KH. Muhammad Hasyim, MA. turut melengkapi sesi ini dengan menyoroti aspek-aspek kebaruan yang akan diterapkan dalam sistem akademik Ma’had satu periode ke depan.

Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan sosialisasi tentang peran Divisi Kerumahtanggaan, Kebersihan, Kesehatan dan Olahraga (K3O). Prof. Dr. Hj. Sulalah, M.Ag. menegaskan bahwa aspek Kesehatan dan kebersihan adalah fondasi utama untuk mendukung ekosistem pendidikan Ma’had yang sehat dan produktif. Sementara itu, Totolaras Indroputro Pamungkas, SE dan Syaiful Anam, S.AP menambahkan bahwa koordinasi dan kedisiplinan kerja di lapangan sangat bergantung pada kontribusi aktif musyrif-musyrifah sebagai ujung tombak pelayanan.


Kepada Narasumber K3O
Materi terakhir disampaikan oleh Siti Ma’rifatul Hasanah, M.Pd. yang memaparkan tentang pembinaan divisi kesantrian serta pengelolaan Unit Pengembangan Kreativitas Mahasantri (UPKM). Ia menekankan bahwa kegiatan kesantrian dan pengembangan bakat harus dirancang sebagai ruang kolaboratif yang mendukung pertumbuhan soft skill dan karakter islami. “Musyrif bukan sekadar penegak aturan, tapi fasilitator tumbuhnya potensi dan kepemimpinan santri,” ujarnya. Peserta terlihat mencatat dengan serius dan aktif bertanya sepanjang sesi ini. pada sesi ini, penekanan utamanya terletak pada pendampingan mahasantri yang harus dilakukan lebih maksimal dari tahun-tahun sebelumnya. hal ini didasarkan atas alasan fundamental, bahwa ma’had harus memberikan pelayanan serta pembinaan yang maksimal kepada seluruh mahasantri.

Secara umum, suasana hari terakhir sosialisasi terasa lebih hidup dibandingkan hari-hari sebelumnya. Selain karena materi yang padat dan aplikatif, momen ini juga menjadi ajang penguatan semangat kolektif menjelang tugas pendampingan selama satu tahun ke depan. Para narasumber menyampaikan harapan agar bekal pengetahuan dan nilai-nilai yang ditanamkan dalam SPMM ini mampu membentuk pribadi musyrif-musyrifah yang visioner, peduli, dan berintegritas tinggi.





