MIU Login

Munas XII Ma’had al-Jami’ah di UIN Mataram: Ma’had UIN Malang Tampilkan Prestasi dan Perkuat Jaringan Nasional

Musyawarah Nasional (Munas) Mudir Ma’had al-Jami’ah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia kembali digelar pada penghujung tahun 2025, dan kali ini UIN Mataram didapuk sebagai tuan rumah. Kegiatan yang berlangsung pada 25–27 November 2025 ini dikemas dalam dua rangkaian utama, yakni Munas Mudir dan Rihlah Ilmiah berupa musabaqah antar mahasantri Ma’had al-Jami’ah. Agenda Munas dipusatkan di Hotel Golden Palace Mataram, sementara rangkaian Rihlah Ilmiah dan cabang-cabang lomba digelar di Auditorium dan area Ma’had al-Jami’ah UIN Mataram. Mengusung tema “Revitalisasi Ma’had al-Jami’ah dalam Menjaga Marwah PTKIN sebagai Pusat Pendidikan Karakter dan Peradaban”, forum ini diarahkan untuk memperkuat peran Ma’had di tengah dinamika kampus modern. Selain untuk menyusun langkah strategis pengelolaan Ma’had, pertemuan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan membangun jejaring antar pengelola Ma’had al-Jami’ah se-Indonesia.

Pusat Ma’had al-Jami’ah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut ambil bagian aktif dalam kegiatan nasional ini. Hadir secara langsung Dr. Kyai Ahmad Izzuddin, M.HI. selaku Mudir Ma’had, yang didampingi oleh para dewan pengasuh: Prof. Dr. H. Wildana Wargadinata, Lc., M.Ag. dan Dr. H. Syuhadak, M.A. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai peserta Munas, tetapi juga sebagai representasi komitmen Ma’had UIN Malang dalam menguatkan peran Ma’had sebagai pusat pembinaan karakter dan spiritualitas mahasantri di lingkungan PTKIN. Rombongan UIN Malang juga didampingi oleh satu orang staf Ma’had, Hanik Saidatul Munawaroh, S.Pd.I., yang turut memastikan kelancaran koordinasi teknis selama kegiatan berlangsung. Sinergi pimpinan dan staf ini menjadi salah satu penopang penting bagi partisipasi delegasi Ma’had UIN Malang dalam forum nasional tersebut.

Selain forum musyawarah para mudir, Munas XII ini juga dirangkaikan dengan Rihlah Ilmiah Ma’had al-Jami’ah PTKIN se-Indonesia yang dikemas dalam bentuk musabaqah antar mahasantri. Terdapat empat cabang lomba yang dipertandingkan, yaitu Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ) 10 juz, Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) dengan kitab Fathul Qarib, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), serta Lomba Karya Tulis Ilmiah Pesantren (LKTIP). Seluruh cabang lomba ini dirancang untuk mengukur kapasitas keilmuan, kemampuan baca kitab, kualitas tilawah, sekaligus daya kritis mahasantri dalam menulis karya ilmiah. Peserta berasal dari berbagai Ma’had al-Jami’ah PTKIN se-Indonesia, dengan ketentuan mahasantri aktif maksimal semester lima dan benar-benar tercatat sebagai santri Ma’had. Melalui Rihlah Ilmiah ini, panitia berharap muncul kader-kader santri kampus yang unggul secara akademik, matang secara spiritual, dan siap menjadi patron Ma’had di lingkungan PTKIN masing-masing.

Ma’had al-Jami’ah UIN Malang mengirimkan empat delegasi terbaiknya untuk mengikuti seluruh cabang lomba yang dipertandingkan. Untuk cabang MHQ, UIN Malang diwakili oleh Nur Hikma, mahasiswi Program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir semester 3. Cabang MQK diikuti oleh Rinnatul Jannah, juga dari Program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir semester 3. Pada cabang MTQ, UIN Malang mengutus Moh. Nasikhudin Ali, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam semester 1, sementara cabang LKTIP diikuti oleh Ahmad Royhan Firdaus, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab semester 5. Keempatnya merupakan mahasantri aktif yang selama ini ditempa melalui berbagai program pembinaan tahfidz, kajian kitab, dan pelatihan kepenulisan di lingkungan Ma’had al-Jami’ah UIN Malang.

Kehadiran para delegasi tersebut tidak hanya sebagai pelengkap acara, tetapi juga menunjukkan kualitas pembinaan Ma’had UIN Malang yang berorientasi pada penguatan kompetensi akademik dan keagamaan secara seimbang. Dalam cabang MTQ, Moh. Nasikhudin Ali berhasil meraih Juara 2. Di cabang MHQ, Nur Hikma juga sukses menorehkan prestasi dengan meraih Juara 2. Sementara itu, pada cabang MQK, Rinnatul Jannah berhasil meraih Juara 3. Rangkaian prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan Ma’had UIN Malang mampu melahirkan mahasantri yang kompetitif di tingkat nasional.

Bagi Pusat Ma’had al-Jami’ah UIN Malang, capaian pada Munas dan Rihlah Ilmiah di UIN Mataram ini memiliki makna strategis. Pertama, keberhasilan delegasi meraih juara di tiga cabang lomba menunjukkan bahwa sistem pembinaan yang berjalan selama ini relevan dengan kebutuhan kompetisi dan tantangan zaman. Kedua, forum Munas menjadi ruang penting untuk menyuarakan gagasan dan kebutuhan Ma’had, termasuk penguatan kelembagaan dan sinergi dengan pimpinan PTKIN. Ketiga, keikutsertaan para pengasuh dan staf memperkuat jejaring dengan Ma’had lain di seluruh Indonesia, sehingga membuka peluang kerja sama dalam program akademik maupun kultural. Melalui momentum ini, Ma’had al-Jami’ah UIN Malang berkomitmen terus mengokohkan diri sebagai pusat pembinaan karakter, keilmuan, dan peradaban, sekaligus menjaga marwah PTKIN sebagai lembaga yang melahirkan generasi qurani dan berkarakter ulul albab.

اترك تعليقاً

لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول الإلزامية مشار إليها بـ *

Berita Terkait