Pelantikan 286 Muharrik/ah Pusat Ma’had al-Jami‘ah Periode 2025–2026 Berlangsung Khidmat
Malang, 23 Oktober 2025 — Pusat Ma’had al-Jami‘ah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar Pelantikan Muharrik dan Muharrikah Periode 2025–2026 pada Kamis malam (23/10) di Masjid At-Tarbiyah. Acara dimulai pukul 20.00 WIB dan berlangsung hingga 21.30 WIB dalam suasana yang khidmat, meriah, dan penuh semangat kebersamaan.
Pelantikan ini merupakan agenda rutin tahunan Pusat Ma’had al-Jami‘ah yang bertujuan untuk meresmikan para muharrik dan muharrikah—para mahasantri terpilih yang akan menjadi teladan serta penggerak keaktifan dalam berbagai kegiatan Ma’had. Kegiatan ini menjadi salah satu tonggak penting dalam sistem kaderisasi internal Ma’had yang berorientasi pada pembentukan karakter, keteladanan, dan kepemimpinan Islami di kalangan mahasiswa.
Dalam kesempatan tersebut, Mudir Pusat Ma’had al-Jami‘ah, Dr. Kyai Ahmad Izzuddin, M.HI., secara resmi melantik 286 muharrik dan muharrikah terpilih dari total 886 pendaftar yang telah mengikuti proses seleksi sebelumnya. Jumlah tersebut mencerminkan semangat tinggi mahasiswa untuk mengabdi dan menjadi bagian dari keluarga besar Ma’had al-Jami‘ah.
Acara pelantikan turut dihadiri oleh para pengasuh, murabbi dan murabbiah dari berbagai asrama di bawah naungan Ma’had. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sambutan dari Pengasuh Bidang Kesantrian, Siti Ma‘rifatul Hasanah, M.Pd., pembacaan baiat muharrik dan muharrikah oleh Prof. Dr. H. Wildana Wargadinata, Lc., M.Ag., serta amanah dan pengarahan dari Mudir Pusat Ma’had al-Jami‘ah. Acara ditutup dengan tausiah dan doa bersama sebagai bentuk harapan agar seluruh muharrik dan muharrikah senantiasa diberikan kekuatan dalam menunaikan amanah.
Dalam sambutannya, Siti Ma‘rifatul Hasanah, M.Pd. menekankan pentingnya peran muharrik dan muharrikah sebagai motor penggerak kehidupan Ma’had, baik dalam hal kedisiplinan, ibadah, maupun kegiatan sosial di asrama.
“Menjadi muharrik berarti siap menjadi contoh, bukan hanya dalam semangat menggerakkan kegiatan, tetapi juga dalam akhlak, tanggung jawab, dan keikhlasan. Muharrik sejati adalah mereka yang mampu memberi pengaruh positif tanpa diminta, dan menggerakkan yang lain dengan ketulusan,” ujarnya penuh semangat.
Sesi pembaiatan yang dipimpin langsung oleh Prof. Dr. H. Wildana Wargadinata, Lc., M.Ag. berlangsung khidmat. Para muharrik dan muharrikah mengucapkan ikrar kesetiaan dan komitmen dalam menjalankan amanahnya dengan penuh kesungguhan. Momentum ini menjadi simbol kesiapan mereka untuk berperan aktif dalam menciptakan suasana Ma’had yang religius, dinamis, dan berkarakter.
Dalam amanahnya, Dr. Kyai Ahmad Izzuddin, M.HI. menegaskan bahwa posisi muharrik dan muharrikah memiliki nilai strategis dalam sistem pendidikan Ma’had. Ia mengingatkan bahwa seorang muharrik bukan hanya penggerak dalam kegiatan, tetapi juga harus menjadi teladan utama bagi para mahasantri lainnya.
“Peran muharrik bukan sekadar simbol, tetapi harus menjadi ruh yang menghidupkan seluruh aktivitas di Ma’had. Keteladanan itu harus tampak dalam disiplin, akhlak, dan semangat menuntut ilmu. Itulah yang membedakan antara penggerak dan peserta biasa,” ungkapnya dalam amanah penutup.
Lebih lanjut, Mudir Ma’had juga menekankan pentingnya sinergi antara muharrik, pengasuh, dan pengelola dalam menciptakan suasana Ma’had yang kondusif, edukatif, dan religius. Ia berharap agar para muharrik dapat berkontribusi secara nyata dalam memperkuat tradisi keilmuan dan budaya Islami yang menjadi ciri khas UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Dengan terlaksananya pelantikan ini, diharapkan seluruh muharrik dan muharrikah periode 2025–2026 mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menjadi contoh keteladanan dalam menebarkan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan di lingkungan Ma’had al-Jami‘ah.