Syawir Santri Ma’had Ali ” Menggabungkan Dua Salat Sunah Dalam Satu Waktu”

On 09/03/2021 by Agus Cahyo

Deskripsi Masalah

Sebut saja Mas Jatman. Ia termasuk salah satu santri yang selalu mengedapankan prinsip kedisiplinan dalam segala hal, terutama dalam urusan salat yang dikerjakannya secara berjamaah di masjid. Namun karena suatu kondisi, ia tidak datang tepat waktu, sehingga karena sempitnya waktu menuju iqomah, ia terpaksa menggabungkan salat qabliyyah fardu dengan salat tahiyyatul masjid.

Pertanyaan

Bolehkah menggabungkan niat salat sunah rawatib (qabliyah misalnya) dengan salat tahiyyatul masjid dalam satu waktu?

Jawaban

Salat sunah tahiyyatul masjid merupakan salat yang dikerjakan selepas memasuki masjid dengan tujuan untuk memberi salam dan penghormatan kepada Sang Pencipta; Allah Swt. Berdasar pernyataan di atas, salat apapun apabila dikerjakan tatkala masuk masjid sebelum mushalli duduk, maka disebut dengan “Salat Tahiyyatul Masjid”. Sehingga ketika ada seseorang yang masuk masjid, lalu ia melakukan salat qabliyyah, maka salat tahiyyatul masjid sudah termasuk di dalamnya, dengan catatan ia tidak menafikannya dalam niat ketika takbiratulihram.

Apabila seseorang berniat menggabungkan salat fardu atau salat sunah maqshudah (tertentu) dengan salat tahiyyatul masjid, maka dianggap tercapai keduanya, karena salat tahiyyatul masjid tergolong salat yang ghairu maqshudah (tidak ditentukan), sehingga mushalli bisa mendapatkan dua jenis pahala sekaligus dalam satu waktu.

Kendati demikian, tidak dianggap sah apabila yang digabungkan adalah salat fardu dengan salat sunah maqshudah. Misalnya menggabungkan salat fardu zuhur  dengan shalat qabliyyah zuhur, maka salat yang dikerjakannya tidak sah.

Catatan

Ada beberapa macam salat yang dapat digabung dengan salat lainnya serta tetap mendapatkan pahala dari masing-masing salat tersebut, antara lain: (1) Salat tahiyyatul masjid; (2) Salat dua rakaat tawaf; (3) Salat sunah ihram; (4) Salat sunah wudu; (5) Salat sunah karena lupa; (6) Salat istikharah; (7) Salat hajat; (8) Salat sunah zawal (ketika matahari tergelincir); dan (9) Salat sunah selepas datang dari safar.

Referensi

حاشيتا قليوبي وعميرة (1/ 246)

وَتَحْصُلُ بِفَرْضٍ أَوْ نَفْلٍ آخَرَ) سَوَاءٌ نُوِيَتْ مَعَهُ أَمْ لَا لِأَنَّ الْمَقْصُودَ وُجُودُ صَلَاةٍ قَبْلَ الْجُلُوسِ، وَقَدْ وُجِدَتْ بِمَا ذُكِرَ، وَلَا يَضُرُّهُ نِيَّةُ التَّحِيَّةِ لِأَنَّهَا سُنَّةٌ غَيْرُ مَقْصُودَةٍ خِلَافَ نِيَّةِ فَرْضٍ وَسُنَّةٍ مَقْصُودَةٍ فَلَا تَصِحُّ.

المجموع شرح المهذب (4/ 52)

قَالَ أَصْحَابُنَا وَلَا يُشْتَرَطُ أَنْ يَنْوِيَ بِالرَّكْعَتَيْنِ التَّحِيَّةَ بَلْ إذَا صَلَّى رَكْعَتَيْنِ بِنِيَّةِ الصَّلَاةِ مُطْلَقًا أَوْ نَوَى رَكْعَتَيْنِ نَافِلَةً رَاتِبَةً أَوْ غَيْرَ رَاتِبَةٍ أَوْ صَلَاةَ فَرِيضَةٍ مُؤَدَّاةٍ أَوْ مَقْضِيَّةٍ أَوْ مَنْذُورَةٍ أَجْزَأَهُ ذَلِكَ وَحَصَلَ لَهُ مَا نَوَى وَحَصَلَتْ تَحِيَّةُ الْمَسْجِدِ ضِمْنًا وَلَا خِلَافَ فِي هَذَا قَالَ أَصْحَابُنَا وَكَذَا لَوْ نَوَى الْفَرِيضَةَ وَتَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ أَوْ الرَّاتِبَةَ وَتَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ حَصَلَا جَمِيعًا بِلَا خِلَافٍ.

بغية المسترشدين (ص: 79)

مسألة): السُنَنُ التِي تَندَرِجُ مَعَ غَيْرِهَا عَشْرٌ: التَحِيَّة، وَرَكْعَتَا الطَوَافِ، وَالإحْرَامُ، وَالوُضُوْءُ، وَصَلَاةُ الغَفْلَةِ، وَالاْسْتِخَارَةُ، وَالحَاجَةُ، وَالزَوَالُ وَالقُدُوْمُ مِنَ السَفَرِ، وَالخُرُوْجُ لَهُ، ذَكَرَهُ فِي النِهَايَةِ، فَلَوْ جَمَعَهَا كُلَّهَا أوْ بَعْضَهَا وَلَوْ مَعَ الفَرْضِ بِنِيَّةٍ وَاحِدَةٍ جَازَ وَأُثِيْبَ عَلَى الكُلِّ.

Leave a Reply