DZIKIR AKBAR ICIS

On December 2, 2015 by admin

ELMARIFAHmasih dalam rangkaian acara 4th International Conferance of Islamic Scholars (ICIS) 2015 (24/11). Malam itu pukul 18.30 WIB diadakan acara yang paling ditunggu-tunggu yaitu Dzikir Akbar bersama Cendekiawan Muslim, Ulama’ dan Sufi yang dilaksanakan di Gedung Sport Centre UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Tidak ketinggalan pula para mahasantri dari ke-9 mabna Pusat Ma’had al-Jami’ah yang ikut berpartisipasi dalam rangkaian acara ICIS tersebut.

Acara dimeriahkan oleh Sholawat Banjari dari Mahasantri Pusat Ma’had al-Jamiah dengan membawakan beberapa lagu misalnya Allahu Allah, Isyfa’ Lana, Al Madad, Padang Bulan dan lain sebagainya. Euforia Mahasantri di gedung SC –singkatan Sport Centre– tersebut semakin semarak dengan datangnya Para cendikiawan, Ulama’ dan Sufi dari berbagai daerah diantaranya Habib Zeid dari Yaman dan  Habib Luthfi bin Ali bin Yahya dari Pekalongan.

Kalian adalah harapan kami semua, dipundak kalian terdapat tanggung jawab untuk mengatasi permasalahan umat saat ini maupun yang akan datang”,ujar Habib Luthfi bin Ali bin Yahya dalam sambutannya. Kalimat tersebut ditujukan untuk semua mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, khususnya Mahasantri Pusat Ma’had al-Jamiah yang hadir pada saat itu, bahwasannya sebagai santri yang berimbuhan kata “maha”, maka harus bisa menjadi pelopor dan ulama’ yang dapat menyelesaikan berbagai permasalahan umat di masa yang akan datang. Selain itu beliau juga menyampaikan bahwa kita harus cinta dan terus semangat mengkaji Al Quran, di dalam Al Quran masih banyak hal yang belum dikupas seutuhnya tentang mutiara-mutiara Al Quran Nur Karim tersebut. “Setiap Hurufnya bagaikan Mutiara-mutiara”.tambah Beliau

Para Mahasantri sangat antusias menyambut para ulama’ tersebut, hingga akhir pertemuan pun banyak mahasantri yang rela berdesakan untuk berjabat tangan dengan para ulama’. Apalagi ketika Keturunan ke-25 dari Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani yaitu Prof. Dr. Fadil Al Jaelani dari Turki memasuki gedung Sport Centre. Para pagar betis dengan setia menjaga dan melindungi beliau untuk berjalan diantara barisan mahasantri agar dapat menuju ke panggung di bagian depan SC tersebut. Suasana semakin bergemuruh ketika Prof. Dr. Fadil Al Jaelani mengatakan “apa kabar?” “terimakasih” “sama-sama” dalam bahasa Indonesia. Mahasantri Pusat Ma’had al-Jamiah begitu kagum terhadap Beliau. Pada kedatangannya kali ini, beliau menyampaikan tausiyah mengenai “Pentingnya Menuntut Ilmu” Allah berfirman bahwa “Tidaklah sama orang yang menuntut ilmu dengan orang yang tidak menuntut ilmu”. Pujian untuk para ahli ilmu terdapat lebih dari 100 ayat di Al Quran. Allah sangat mencintai orang-orang yang ahli ilmu daripada dibandingkan dengan orang kaya atau miskin. Pesan Beliau kepada seluruh mahasantri dan hadirin yang hadir ialah Carilah Ilmu, Carilah Ilmu dan Carilah Ilmu. Selain itu Beliau juga memberika Ijazah kepada semua yang hadir pada malam hari itu, untuk senantiasa bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak 313 kali, karena jumlah itu, merupakan jumlah Syuhada’ pada Perang Badr. (mir)

Comments are closed.