JDFI, Musik kebudayaan berbalut Islam

On November 6, 2012 by admin

El-Ma’rifah. Study tour budaya 2012 yang dihadiri oleh seluruh mahasiswa asing dibawah naungan kementrian agama berkumpul di home theater UIN Maliki malang hari ini (5/11).  Kegiatan yang diselenggarakan oleh UIN Maliki malang ini bertujuan untuk mengenalkan kebudayaan yang ada di Indonesia khususnya jawa. Kunjungan kebudayaan ini diawali dengan penampilan JDFI, jam’iyah dakwah wal fann al-islami, salah satu unit yang ada di bawah naungan MSAA. Unik, kedatangan JDFI disini bukan hanya untuk mengisi acara pada saat itu, melainkan mengenalkan kebudayaan lokal melalui musik sholawat yang mereka bawakan. Dimulai dari lagu yang berjudul victory, dalam arransement  musik ini terkandung unsur latin dan barat, namun juga tidak meninggalkan unsur jawanya karena adanya peking, salah satu instrument yang digunakan oleh mereka. Selain itu, mereka juga mengenalkan adanya unsure cha-cha dalam sebuah sholawat yang berjudul ya thoyibah. Uniknya, para audience sangat menikmati sehingga menggerakan badan mereka. Lagu daerah juga tak ketinggalan dibawakan oleh mereka. Rampak osing, sebuah lagu dari daerah banyuwangi dengan bahasa jawanya yang khas. Meskipun  dipadu dengan alat musik modern, namun tidak mengurangi nuansa banyuwangi yang terkandung di dalamnya.

Di sela-sela penjelasannya, anggota JDFI, Ahmad Dian Mahrus, mengatakan bahwa “lantunan sholawat itu membuat kita terngiang-ngiang dan selalu ingat kepada nabi Muhammad”. Sehingga selain melestarikan kebudayaan dapat senantiasa mengingat akan nabi. Jika diawal telah dikenalkan kolaborasi dengan musik barat, saatnya JDFI mengenalkan perpaduan antara musik jawa dan arab yang dikemas sangat apik oleh mereka. Dan tak lupa pula mereka mengenalkan sebuah nyanyian permainan jawa, cublak-cublak suweng, kepada para mahasiswa asing seklaigus mengakhiri pengenalan kebudayaan siang itu. [fz]

Comments are closed.